[RELEASE] Membuka Wawasan Ranah Kerja Dokter Hewan Yang Kurang Diperhatikan Bersama Kunjungan Instansi #1

11 Oktober 2015, pelaksanaan kegiatan KUNTI atau Kunjungan Instansi yang pertama diadakan oleh BEM FKH UGM terlaksana dengan manis. Bersama rombongan yang berjumlah 63 orang menggunakan satu buah armada bus, kegiatan dimulai dengan keberangkatan pada pukul sekitar 06.00 WIB dari kampus FKH UGM. Perjalanan sejauh kurang lebih 90 KM ini ditempuh dengan waktu sekitar 3 jam dengan tujuan Polrestabes Semarang, Taman Margasatwa Mangkang, dan Cimory. Tujuan dari pelaksanaan kegiatan ini adalah untuk membuka wawasan kepada mahasiswa FKH UGM akan kondisi langsung peran dokter hewan di lembaga kepolisian dan konservasi yang saat ini masih kurang diperhatikan. Rilis kajian berikut adalah hasil kuisioner yang kami bagikan kepada peserta Kunti saat perjalanan pulang.
Kunjungan yang pertama adalah ke POLRESTABES SEMARANG. Di Polrestabes semarang terdapat Satwa yang dimanfaat untuk tugas kepolisian, yaitu Kuda dan Anjing Pelacak. Kuda di polrestabes semarang difungsikan untuk pengawalan dan anjing-anjing yang ada merupakan anjing yang sudah terlatih untuk melacak kejahatan seperti pencurian, narkotika, deteksi bom dan lain-lain. Kondisi Kuda yang ada dalam keadaan sehat dan sejahtera. Kondisi kandang yang ada juga memiliki manajemen yang baik dan dalam kondisi yang memperhatikan kesejahteraan hewan. Namun, ternyata dibalik kondisi kesehatan kuda dan manajemen kandang yang baik ternyata bukanlah dokter hewan yang berperan secara langsung. Melainkan petugas yang ada dan dua paramedik veteriner yang bekerja disana. Perawatan dan pemeliharaan Kuda masih berdasarkan kultural dan kebiasaan yang sering dilakukan untuk menangani dan mengatasi kasus kesehatan yang ada. Masih mengandalkan obat-obatan tradisional, karena jika kuda sakit harus memanggil dokter hewan kuda terlebih dahulu. Jenis kuda yang ada bervariasi, bahkan ada kuda yang di impor dari negara Jerman. Lalu untuk Anjing-anjing disana, kondisi kesehatan dan kandangnya sudah dimanajemen dengan baik. Namun hanya mengandalkan pawang atau pelatih anjing dalam menangani status kesehatan. Terkadang jika ada masalah kesehatan serius baru memanggil dokter hewan praktisi hewan kecil. Namun jarang sekali ada masalah kesehatan karena pemberian pakan dan perawatan terhadap Anjing-anjing yang ada sudah bisa dibilang cukup baik.
Setelah rombongan selesai belajar, bersenang-senang, dan mencoba menunggangi kuda untuk berkeliling lapangan. Perjalanan dilanjutkan menuju TAMAN MARGASATWA MANGKANG. Jarak tempuh yang tidak sampai satu jam dari Polrestabes Semarang ini berlokasi di Jl. Semarang – Kendal KM 17 Jawa Tengah. Sesampainya di lokasi rombongan langsung menuju ruang multimedia yang tersedia untuk mendapatkan materi tentang konservasi yang disampaikan oleh dokter hewan alumni FKH UGM yang bertugas disana. Materi selesai dan dilanjutkan dengan berkeliling Taman Margastawa. Lingkungan yang cukup luas, namun jumlah satwa yang ada bisa dibilang masih kurang. Kondisi kandang banyak yang terabaikan dan perlu adanya perbaikan kandang-kandang satwa yang ada. Terlihat keamanan kandang juga yang masih kurang, terdapat satwa yang sakit namun tidak dikarantina di lokasi yang jauh dari pengunjung. Ada beberapa satwa yang dimanfaatkan untuk foto-foto pengunjung dan ada satwa berbeda jenis yang disatukan dalam kandang yang sama. Perlunya peningkatan sarana dan prasarana serta peran dokter hewan dalam pengawasan dan perawatan satwa yang ada di Taman Margastwa ini. Jumlah dokter hewan perlu ditambah sehingga kesehatan dan kesejahteraan satwa bisa selalu terjaga.
Kunjungan di Taman Margasatwa berakhir sekitar pukul 15.00 WIB dan perjalanan dilanjutkan menuju CIMORY. Kunjungan yang terakhir adalah untuk bersenang-senang, berbelanja, dan melihat peluang kerja dokter hewan dibidang bisnis pemanfaatan produk asal hewan ternak yang dimanfaatkan dalam perusahaan besar. Dari seluruh rangkaian kunjungan, dapat kita pahami bersama. Dokter hewan masih banyak diperlukan diberbagai macam bidang kerja atau lembaga pemerintahan. Hal tersebut patut menjadi perhatian bagi kita semua sebagai seorang calon dokter hewan indonesia. Mari mulai membuka mata kepedulian terhadap ranah kerja bidang kedokteran hewan yang begitu luas bermanfaat bagi bangsa. Dengan rilis ini, diharapkan kunjungan instansi dapat dilaksanakan kembali ditahun depan dan membuka wawasan rekan-rekan calon dokter hewan yang ada.
14 Oktober 2015
BEM FKH UGM
Kabinet “FKH SATU”

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *